Keutamaan Tahajud setelah Shalat Fardu dan Syafa’at 


Tafsir Ibn Katsir Qur’an Surat Al-Isra, ayat 78-79

{أَقِمِ الصَّلاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ إِلَى غَسَقِ اللَّيْلِ وَقُرْآنَ الْفَجْرِ إِنَّ قُرْآنَ الْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا (78) وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَكَ عَسَى أَنْ يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَحْمُودًا (79) } .

Dirikanlah salat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula salat) Subuh. Sesungguhnya salat Subuh itu disaksikan (oleh malaikat). Dan pada sebagian malam hari, salat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji.

Allah Swt. memerintahkan kepada Rasul-Nya untuk mengerjakan salat-salat fardu dalam waktunya masing-masing.

{أَقِمِ الصَّلاةَ لِدُلُوكِ الشَّمْسِ}

Dirikanlah salat dari sesudah matahari tergelincir. (Al-Isra: 78)
Menurut suatu pendapat, yang dimaksud dengan dulukusy syamsi ialah tenggelamnya matahari, menurut ibnu Mas’ud, Mujahid, dan ibnu Zaid.
Hasyim telah meriwayatkan dari Mugirah, dari Asy-Sya’bi, dari ibnu Abbas, bahwa yang dimaksud dengan dulukusy syams ialah sesudah matahari tergelincir dari pertengahan langit.

Nafi’ meriwayatkan pendapat ini dari Ibnu Umar, dan Malik di dalam tafsirnya meriwayatkannya dari Az-Zuhri, dari Ibnu Umar.  Baca lebih lanjut

Iklan

Kapitalisme dan Seleksi Alam di Bidang Ekonomi


chk_captcha

HARUN YAHYA

Istilah kapitalisme berarti kekuasaan ada di tangan kapital, sistem ekonomi bebas tanpa batas yang didasarkan pada keuntungan, di mana masyarakat bersaing dalam batasan-batasan ini. Terdapat tiga unsur penting dalam kapitalisme: pengutamaan kepentingan pribadi (individualisme), persaingan (kompetisi) dan pengerukan kuntungan. Individualisme penting dalam kapitalisme, sebab manusia melihat diri mereka sendiri bukanlah sebagai bagian dari masyarakat, akan tetapi sebagai “individu-individu” yang sendirian dan harus berjuang sendirian untuk memenuhi kebutuhan dirinya sendiri. “Masyarakat kapitalis” adalah arena di mana para individu berkompetisi satu sama lain dalam kondisi yang sangat sengit dan kasar. Ini adalah arena pertarungan sebagaimana yang dijelaskan Darwin, di mana yang kuat akan tetap hidup, sedangkan yang lemah dan tak berdaya akan terinjak dan termusnahkan, dan tempat di mana kompetisi yang sengit mendominasi. Baca lebih lanjut

Evolusi: Inspirasi bagi Komunisme


PKI

oleh: HARUN YAHYA

Evolusi: Inspirasi bagi Marx dan Engels

Filsafat Materialisme, yang lahir di Yunani Kuno, memperoleh kemenangan di abad ke-19. Filsafat kuno ini meraih keberhasilannya melalui dua tokoh filsuf Jerman, Karl Marx dan Friedrich Engels. Baca lebih lanjut

Di Balik Tabir Nazi: Evolusi


Nazisme__un_avertissement_de_l_histoire_(6_episodes_complets)oleh : HARUN YAHYA

Nazisme lahir di tengah konflik politik yang dialami Jerman setelah Perang Dunia Pertama. Pemimpin Partai Nazi adalah Adolf Hitler, sosok yang sangat ambisius dan agresif. Hitler memiliki pandangan sangat rasis. Ia sangat meyakini keunggulan bangsa Jerman atau “Arya” di atas ras-ras lain. Ia memimpikan ras “Arya” Jerman akan segera mendirikan imperium yang bertahan selama seribu tahun. Baca lebih lanjut

YUSUF AL-QARDHAWI BERBICARA MASALAH POLIGAMI


poligami-arifin-ilham

Orang-orang Kristen dan Orientalis menjadikan tema poligami ini seakan merupakan syi’ar dari syi’ar-syi’ar Islam, atau salah satu perkara yang wajib, atau minimal sunnah untuk dilaksanakan. Yang demikian ini tidak benar alias penyesatan, karena dalam praktek pada umumnya seorang Muslim itu menikah dengan satu isteri yang menjadi penentram dan penghibur hatinya, pendidik dalam rumah tangganya dan tempat untuk menumpahkan isi hatinya. Dengan demikian terciptalah suasana tenang, mawaddah dan rahmah, yang merupakan sendi-sendi kehidupan suami isteri menurut pandangan Al Qur’an. Baca lebih lanjut

Periode Baru dalam Da’wah


masjid-al-haram-7

Fathul Mekkah

 

  1. Perdamaian Hudaibiyyah

Perjanjian Hudaibiyah terjadi pada bulan Dzulqa’dah, penghujung tahun ke-6 Hijriah. Penyebab terjadinya perjanjian ini berawal ketika Rasulullah Saw mengumumkan kepada kaum muslimin akan berangkat ke Mekkah untuk melaksanakan ibadah umrah. Ikut bersama beliau sejumlah sahabat, baik dari kalangan Muhajirin maupun Anshar. Jumlah mereka sekitar 1.400 orang. Baca lebih lanjut

Hadis Dha’if: Sebaik-baik pengingat (untuk berzikir) adalah tasbih


نِعْمَ الْمُذَكِّرُ السُّبْحَةُ

Sebaik-baik pengingat (untuk berzikir) adalah tasbih.”

indexHadits ini maudhu’. Telah diriwayatkan oleh ad-Dailami dalam kitabnya Musnad al-Firdaus. Menurut saya, sanad hadits tersebut dari awal hingga akhir semuanya gelap, sebagian majhul dan sebagiannya lagi tercela. Kemudian Ummu al-Hasan binti Ja’far tidak ada biografinya, sedangkan Abdu Samad bin Musa telah disebutkan oleh adz-Dzahabi dalam kitab al-Mizan seraya mengutip pernyataan al-Khatib yang berkata bahwa para ulama telah menyatakannya sebagai perawi yang lemah. Kemudian lebih jauh adz-Dzahabi berkata, “Abdus Samad juga terbukti telah meriwayatkan hadits-hadits munkar dari kakeknya, Muhammad bin Ibrahim.”

Baca lebih lanjut