Mari Kita Rayakan Valentine Day Dengan Duka Cita!


Dari Abu Sa’id radiyallahu ‘anhu, Nabi Saw bersabda: “Kamu akan mengikuti Sunnah (tradisi) orang-orang yang sebelum kamu, sejengkal demi sejengkal, dan sehasta demi sehasta; biarpun mereka memasuki lobang dhab (sebangsa biawak), kamu juga akan memasukinya”. Kami berkata: ’Ya Rasulullah!, orang Yahudi dan Nasranikah?’ Nabi Saw bersabda:” Siapa lagi (jika bukan mereka).” (H.r. Bukhari)

Sebentar lagi umat manusia dan khususnya kaum muda-mudi di seluruh dunia akan menghadapi hari yang sangat di nanti-nanti, tepatnya tanggal 14 Februari. Tanggal tersebut atau yang akrab di sapa dengan Valentine day, merupakan ‘hari kasih sayang’. Hari ini seolah menjadi ‘ritual’ bagi kaum muda-mudi, dan generasi muda Islam pun latah mengikuti dan merayakannya. Hari ini pun dijadikan momentum untuk melampiaskan hawa nafsunya. Seolah tak mau peduli dari mana asalnya ‘ritual’ semacam itu, yang penting bagi mereka adalah menumpahkan rasa kasih sayang yang menjadi tren tiap tahunnya.

Genderang pesta pun ditabuh, media massa mulai mengekspose besar-besaran mengenai hari tersebut, apalagi info (ghibah) tainmen mengincar selebritis yang menjadi public figur bagi generasi muda, khususnya di Indonesia; hingga bagi kaum kapitalis menambah peluang untuk mengeksploitasinya, mereka mulai menjajakan aksesoris, makanan, seperti: cokelat, permen sampai dengan menjajakan kondom (karena free sex bukan hal yang tabu lagi bagi generasi muda sekarang, hingga melanggar batas-batas norma ketimuran lebih-lebih agama mayoritas negeri ini!), apalagi hari tersebut menjadikan alasan untuk ‘membuktikan cinta’ kepada kekasihnya; tempat-tempat keramaian pun menyuguhkan berbagai acara spektakuler dan geliat hedonistik pun mulai di pertontonkan mulai dari Kafé, Mal, Hotel sampai yang di lapangan dan trotoar jalan sangat meriah.

Emang sebenarnya dari mana asalnya perayaan hari valentine tersebut? Dalam buku Parasit Aqidah (2006 : 245-246), karya A.D. EL. Marzdedeq, beliau mengungkapkan ada beberapa versi Tentang Hari Valentine ini:
“Pada masa kaisar Romawi, Claudius II, dikeluarkan undang-undang larangan menikah bagi para pemuda, karena para pemuda yang sehat diperlukan sebagai tentara untuk membela negara. Valentine, seorang pastur dan sahabat anak-anak, melanggarnya. Ketika ia menikahkan sepasang pengantin. Pemerintah Romawi menangkap pastur itu lalu dipenjarakan. Ketika ia dipenjara anak-anak pun mengirimkan surat kepadanya lewat terali jendela. Dan pada 14 Februari 269 M, pastur Valentine dihukum mati. Maka pada 469 M, Paus Gelasius menjadikan 14 februari sebagai Hari Valentine.

Dalam kisah Inggris: Burung-burung kawin pada 14 Februari, lalu pada masa Charles, Duke of Orleans tanggal itu dijadikan hari pesta muda-muda; membuat kue-kue, menyalakan lilin dan saling berkirim surat. Charles di tangkap pada 14 Februari 1425 M.

Ada pula yang beranggapan bahwa kata Valentine itu bermula dari bahasa Normand, galanti-galant yang berarti lover.

Kemungkinan besar Hari Valentine merupakan pesta pembauran, yakni pesta perayaan memperingati pastur Valentine, pesta hari pengampunan dari Romawi pada 15 Februari, dan pesta muda-mudi di Inggris.”

Oleh karena perayaan tersebut bukan dari Islam, maka kita harus merayakannya dengan duka cita! Mengapa? apakah pada setiap tanggal 14 Februari ada yang meninggal? Ya betul sekali!, tiap tanggal tersebut banyak yang meninggal, yakni meninggalkan akhlak Islami, karena sebagian kaum muslimin sudah latah mengikuti dan melaksanakan apa-apa yang tidak di contohkan oleh Rasulullah Saw. Apalagi harus mengikuti tradisi agama lain, karena hal tersebut dinamakan Tasyabuh (menyerupai / pencampur adukan aspek-aspek aqidah dan ritual dari suatu agama dengan agama lainnya) Rasulullah Saw bersabda: “Mantasabaha biqaumin fahuwa minhum.” Artinya: “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, ia termasuk kaum tersebut” (H.r. Ahmad dan Abu Daud).

Islam memang mengajarkan kasih sayang -bahkan Imam Bukhari dalam kitab Shahihnya, mencantumkan beberapa hadits, khusus Bab Kasih Sayang (Baaburrahmati)-, namun tidak pada hari tertentu saja, dan tidak sebatas kepada orang tertentu saja, apalagi sampai melanggar koridor-koridor yang telah di tetapkan dalam al-Qur’an dan Hadits.

Akhirul Kalam, SAY NO TO VALENTINE DAY!!!

2 comments on “Mari Kita Rayakan Valentine Day Dengan Duka Cita!

  1. iantz mengatakan:

    yupp ana sejutu beud ntuh SAY NO TO VALENTINE!!!!!!!!!!

  2. 41n9 mengatakan:

    iantz,ok tank’s you atas kunjungan n komentar nya!
    mari kita rapatkan barisan, kita kikis benalu-2 yang menggelayut dalam Islam!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s