GENERASI MUDA MUSLIM DALAM LINTASAN SEJARAH


“Tidak akan bergeser kedua kaki Anak Adam pada hari kiamat dari Rabbnya hingga dia ditanya tentang lima perkara: tentang usianya, untuk apa ia habiskan; TENTANG MASA MUDANYA, UNTUK APA IA GUNAKAN; tentang hartanya, dari mana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan; serta tentang ilmunya, apa yang ia perbuat dengannya” (H.r. At-Tirmidzi)

Generasi muda memang sering menjadi pelopor perubahan (agent of change), tak terkecuali generasi muda muslim yang begitu besar memberikan andil dalam membangun peradaban dunia.

Sekedar memberikan ghirah (semangat) bagi generasi muda sekarang, mari kita telusuri generasi muda muslim dalam lintasan sejarah:

1. Rasulullah Saw diangkat menjadi nabi pada usia 40 tahun (usia puncak masa muda).
2. Mayoritas para Sahabat berusia dibawah usia Rasulullah Saw, bahkan Ali bin Abi Thalib masuk Islam di usia 10 tahun.
3. Zubair bin Awwam adalah penolong setia Rasulullah Saw, pembela Islam, pahlawan yang sangat tangguh, dan tongggak tokoh yang sejati bagi dakwah Islam, ketika masuk Islam ia baru 15 tahun.
4. Thalhah bin Ubaidillah adalah salah seorang tonggak utama berdirinya jama’ah Islam yang tumbuh di Mekkah; salah seorang kader dakwah terkemuka di jalan Allah; pahlawan Islam yang sangat mumpuni, punya keahlian, keberanian dan ketegaran yang sangat tangguh; gemar berinfak, ia masuk Islam saat usianya baru menginjak 16 tahun.
5. Sa’ad bin Abi Waqqah adalah salah seorang sahabat besar dan terkemuka; dialah orang yang pertama kali mengalirkan darah dalam Islam, ia masuk Islam ketika usianya 17 tahun.
6. Arqam bin Arqam Al-Makhzumi adalah orang yang menyambut dengan hangat kedatangan dakwah Islam di dalam rumahnya –padahal hal ini sangatlah berbahaya dan berisiko besar- selama 13 tahun penuh di kota Mekkah, ia masuk Islam ketika menginjak 16 tahun.
7. Zaid bin Tsabit ketika usia 13 tahun ia mempunyai ghirah yang sangat tinggi; beliau mampu menguasai bahasa asing (bahasa Ibrani dan bahasa Suryani) dan Rasulullah Saw mempercayainya untuk menulis Al-Qur’an.
8. Muadz bin Amr bin Jamuh (14 tahun) dan Mu’awid bin Afra’ (13 tahun), keduanya mampu membunuh Abu Jahal (dedengkot kafir Quraisy) pada perang Badar.
9. Usamah bin Zaid ditunjuk oleh Rasulullah Saw (karena kedudukannya yang begitu besar di sisi Rasulullah Saw, kejeniusan otaknya, dan keluasan wawasan berpikirnya) untuk memimpin kaum muslimin menghadapi Romawi adalah seorang anak muda yang berumur masih belasan tahun.
10. Salahuddin Al-Ayyubi (sang pembebas Palestina dari cengkraman pasukan Salibis) bergabung dalam pasukan Nuruddin Zanki ketika usianya masih 14 tahun.
11. Imam Shafi’i sudah hafal Al-Qur’an dan kitab Al-Muwatha’ (karya Imam Malik) ketika usianya masih belasan tahun.
12. Hasan Al-Banna mendirikan Ikhwanul Muslimin di Mesir pada tahun 1928 ketika berusia 22 tahun.
13. Taqiyuddin An-Nabhani (pendiri Hizbut-Tahrir) aktif mengajar dan terjun di dunia pergerakan Islam sejak usia yang masih sangat muda.
14. Abu A’la Al-Maududi di Pakistan (pemimpin Jama’ah Islam).telah menjadi jurnalis di usia 15 tahun
15. M. Natsir telah aktif dalam pergerakan Islam (Persis dan Masyumi) di Indonesia sejak berusia 20 tahunan dan menjadi menteri kabinet sebelum genap berusia 40 tahun.
16. Haji Oemar Said Tjokroaminoto menjadi pemimpin Sarekat Islam ketika usianya baru menginjak 30 tahun.

Dan masih banyak generasi muda muslim yang terdapat dalam lintasan sejarah yang belum disebutkan, yang paling urgent sekarang adalah menjawab pertanyaan-pertanyaan dibawah ini:
1. Bagaimana dengan generasi muda muslim saat ini?
2. Apakah kita cukup berbangga dengan para pendahulu kita?! tanpa kita raih tongkat estafet perjuangan mereka?
3. Apakah jiwa militansi generasi muda muslim sekarang sama dengan para generasi muda pendahulu kita?
4. Era globalisasi saat ini tantangannya sangat berat sekali, kemungkaran; kezaliman; penindasan yang diperankan oleh musuh-musuh Islam semakin merajalela, dari mulai penindasan (Invasi) secara fisik sampai serangan terhadap pemikiran (Syari’ah)! Eksploitasi Sumber Daya Alam di Negara-negara muslim saat ini kian merajalela! Hingga merusak ekosistem, yang berdampak pada masyarakat setempat, hingga berbagai bencana alam pun tak bisa di hindari seperti banjir, kebakaran hutan, sanitasi air yang tidak layak dikonsumsi, hingga berbagai penyakit pun bertebaran. Apakah kita akan diam saja?!
5. Masihkah kita egois (hanya memikirkan diri sendiri!) tanpa melihat realita dan merasakan penderitaan saudara-saudara kita dibelahan bumi ini?!
6. Waktu muda kita habiskan untuk apa? Apakah untuk senang-senang dan hura-hura (hedonistik)?
7. Masihkah kita berpikir, nanti sajalah kalau sudah tua? Apakah ajal datang hanya kepada generasi tua saja? Tidak! banyak generasi yang lebih dahulu meninggal, lantas bekal apa yang sudah kita punya? Hidup ini bukan hanya di dunia saja (yang fana) tapi juga di akhirat (yang kekal)!
8. Apakah kita akan menjadi pelaku sejarah? Atau menjadi korban sejarah?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut bukan di jawab dengan lisan, tapi dengan bersaksi (Iman) dan aksi (amal shaleh)!

Jangan sampai kita habiskan usia muda kita dengan berleha-leha; duduk termenung; menungggu keajaiban datang, tanpa ada do’a dan usaha!

Jangan sia-siakan usia produktif kita untuk hal yang tidak bermanfa’at apalagi berbuat mafsadat (kerusakan)!

Generasi muda muslim sekarang adalah calon pemimpin di masa depan! Harapan ada dipundak kita!

Kalau bukan kita! Siapa lagi?

Kalau tidak sekarang! Kapan lagi?

Oleh sebab itu mari kita sama-sama menorehkan sejarah kembali dengan tinta emas!

Mari kita raih izzatul Islam wal muslimin!

One comment on “GENERASI MUDA MUSLIM DALAM LINTASAN SEJARAH

  1. […] GENERASI MUDA MUSLIM DALAM LINTASAN SEJARAH (via NANJEURKEN KALIMATULLAH DI ALAM MAYA) Filed under: Uncategorized by ashrafrazi — Leave a comment April 5, 2011 “Tidak akan bergeser kedua kaki Anak Adam pada hari kiamat dari Rabbnya hingga dia ditanya tentang lima perkara: tentang usianya, untuk apa ia habiskan; TENTANG MASA MUDANYA, UNTUK APA IA GUNAKAN; tentang hartanya, dari mana ia peroleh dan untuk apa ia belanjakan; serta tentang ilmunya, apa yang ia perbuat dengannya” (H.r. At-Tirmidzi) Generasi muda memang sering menjadi pelopor perubahan (agent of change), tak terkecuali generasi muda muslim yan … Read More […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s