Dunia Dalam Cengkraman Bank Dunia


Dunia kini melirik Indonesia. Ada apa dengan Indonesia kini? Tak lain dan tak bukan adalah terpilihnya Menkeu Sri Mulyani Indrawati sebagai Managing Director Bank Dunia (World Bank). Lembaga kapitalis global tersebut didirikan pada 27 Desember 1945, yang bermarkas di Washington, DC, Amerika Serikat. [*]
Pada tanggal 1 Juni 2010 mendatang, Sri Mulyani akan menggantikan posisi Juan Jose Daboud. Pilihan Presiden Bank Dunia Robert B Zoellick jatuh kepadanya, karena Sri Mulyani merupakan kader terbaik Neo-Liberal di Indonesia, sejumlah perundang-undangan dan kebijakan di Indonesia, yang berpihak terhadap Amerika Serikat dan negara-negara kreditor, tidak lepas dari hasil buah karya beliau.

Ada sebagian rakyat Indonesia yang bangga akan hal tersebut. Dengan asumsi, ternyata masih ada orang yang pintar dan terbaik di Indonesia -yang konon negeri ini masih bertengger dipapan atas sebagai negara terkorup-; maka kini Indonesia ‘diperhitungkan’ dalam kancah Internasional. Tapi ada pula yang mengkritik, diantaranya bahwa Sri Mulyani (di)lari(kan) dari skandal Bank Century. Beliau pun mendapat julukan sebagai ”antek” kapitalis, yang dengan begitu kedepan Bank Dunia akan lebih leluasa menancapkan kuku penjajahan di negeri ini.

Pasca Perang Dunia ke-2, dan memunculkan blok kapitalis sebagai pemenang, yang mengalahkan blok sosialis; dan setelah mulai menggeliatnya negara-negara yang tejajah memerdekakan diri, maka kapitalisme mulai menancapkan kuku-kuku imprealismenya yang baru, mereka mendirikan IMF, Bank Dunia (World Bank) dan Organisasi Perdagangan Dunia/ WTO (World Trade Organization). Maka lembaga-lembaga internasional itu didirikan untuk memiskinan negara-negara dunia ke-3 (negara-negara berkembang) dengan cara membelitnya dengan Utang dan sejumlah intervensi terhadap kedaulatan negara-negara tersebut, karena ada sebuah prasyarat untuk mendapatkan utang tersebut, dengan menitipkan sejumlah UU dan kebijakan yang berpihak terhadap negara-negara kreditor, melalui liberalisasi ekonomi.

Maka Dunia sudah lama di cengkram Bank Dunia. Kapitalisme dengan sejumlah alat dan perangkatnya tersebut menjadikan dunia ini sebagai hukum rimba, siapa yang kuat dialah yang menang dan berkuasa, dan itu merupakan peran Neo-Liberal dalam memenuhi keserakahannya, dengan menggulirkan Pasar Bebas; dengan lilitan utang; dan sejumlah trik untuk mengeksploitasi Sumber Daya Alam di Negara-negara berkembang, tak terkecuali Indonesia.

Oleh sebab itu saatnya umat Islam mengkaji kembali konsep ekonomi syar’iah yg lebih memaslahatkan bagi manusia dan lingkungan hidup, karena dalam Al-Qur’an banyak bertebaran ayat-ayat tentang konsep ekonomi yang berkeadilan, dan dalam Hadis banyak mengupas tentang Bab Mu’amalah. Dan juga umat Islam mengkaji kembali Tarikh Islam, yakni kejayaan pada zaman Rasulullah Saw, Khulafaur-Rasyidin, dan para pelanjutnya; menelisik kembali praktik para ekonom muslim yang pernah berjaya dalam zamannya; membuat ekonomi tandingan seperti yang pernah dilakukan Abdurrahman bin A’uf dalam menghadapi hegemoni ekonomi Yahudi yang penuh kecurangan dan eksploitatif di Madinah. Dengan begitu umat Islam tidak hanya eforia terhadap keberhasilan ekonomi yang dijalankan oleh Rasulllullah dan Para Sahabat, tapi juga mengembalikan izzah tersebut di muka bumi, sebagai refleksi rahmatan lil ‘alamin.

Ekonomi juga harus ditopang dengan kekuatan politik, yakni dengan kebijakan pemimpin dalam mengelola negara untuk kesejahteraan rakyat, bukannya negara berlepas tangan terhadap hajat hidup publik, seperti kapitalisme. Maka disini kita bercermin terhadap reformasi administrasi yang pernah dilaksanakan oleh Umar bin Khottob, dan reformasi birokrasi yang pernah dijalankan oleh Umar bin Abdul Aziz, sehingga tidak ada penyimpangan dalam pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, tapi dengan begitu kesejahteraan berpihak kepada hidup orang banyak dan tidak ada lagi ketimpangan serta jurang pemisah antara kaya dan miskin, yg selama ini menjadi salah satu pemicu kerusuhan sosial. (dari berbagai sumber)Wallahu’alam

[*] Ketika dunia ini sedang mengalami krisis yang mendalam sebagai akibat dari terjadinya Perang Dunia, maka pada bulan Juli 1944, 44 Negara berkumpul di Bretton Woods, Amerika Serikat, mereka mendirikan 2 Lembaga: IBRD, International Bank For Reconstruction and Development, kemudian dikenal Bank Dunia, dan IMF: International Monetary Fund (Dana Moneter Internasional).[*]

One comment on “Dunia Dalam Cengkraman Bank Dunia

  1. allfine mengatakan:

    Selamat untuk sri mulyani neh.,
    salam kenal., visit2 ke blog ane y..
    http://allfine.wordpress.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s