Menyalurkan Aspirasi Politik Umat


Sejumlah aksi demonstrasi yang dilakukan oleh segenap elemen Mahasiswa, Buruh, Ormas, Ornop diberbagai daerah dan Ibukota, ikut mewarnai dan mengiringi ke(tidak)bijakan Pemerintah yang akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Kenaikan harga BBM ini rencananya akan diberlakukan pada tanggal 1 April 2012, bahkan akan diikuti pula dengan naiknya TDL (Tarif Dasar Listrik).

Aksi demonstarsi yang dilancarkan oleh Mahasiswa dan elemen masyarakat lainnya adalah satu diantara cara menyalurkan aspirasi politik umat terhadap pengambil kebijakan, yakni Pemerintah. Massifnya gerakan penolakan kenaikan BBM, maka Pemerintah berupaya agar gerakan ini berhasil digagalkan, untuk itu dalam upaya ‘pembungkaman’, Mahasiswa sebagai agen perubahan (agent of change) di ajak ‘jalan-jalan’ bersama Presiden ke China.

Mengenai aspirasi politik ini, jauh-jauh hari Nabi Muhammad Saw berpesan agar umat mengingatkan penguasa yang zalim : “Seutama-utama jihad adalah mengatakan yang haq dihadapan penguasa yang zalim” (HR. Ahmad, Tirmidzi dan Nasa’i). Kebijakan menaikkan BBM dan TDL merupakan tindak kezaliman yang dilakukan oleh Penguasa. Kenapa? karena hal tersebut merupakan kebijakan yang tidak populis, dimana hal tersebut akan menjadi beban masyarakat, dengan kenaikan harga BBM akan berimbas terhadap kenaikan sejumlah harga bahan pokok lainnya, maka dampak selanjutnya adalah akan meningkatnya gejolak sosial dan kriminalitas ditengah-tengah masyarakat.

Bahkan kebijakan tersebut bertolak belakang dengan konstitusi, yaitu Pasal 33 ayat 3 menyebutkan : Bumi, air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh Negara yang dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Disinilah pemerintah yang sudah diberikan amanah seharusnya dalam mengelola Negara untuk kepentingan dan kemakmuran rakyat, bukan kemakmuran individu dan golongan.

Beratnya amanah yang ditanggung penguasa adalah bila ia tidak menjalankannya dengan baik, di dunia saja rakyat sudah tidak mempercayainya dan mencaci maki, serta kemungkinan lebih buruknya adalah Presiden dijatuhkan oleh MPR lewat impeachment karena telah melanggar konstitusi. Apalagi di akhirat adalah pertanggung jawaban dihadapan Allah Swt, Sabda Nabi Saw: “Seorang raja yang memimpin rakyat adalah pemimpin, dan ia akan dimintai pertanggungan jawaban tehadap yang dipimpinnya.” (HR. Bukhari dan Muslim). Bahkan Penguasa yang menipu rakyatnya haram masuk surga,Tidaklah seorang pemimpin memimpin rakyat dari kalangan kaum Muslim, lalu ia mati dalam keadaan menipu rakyatnya, kecuali diharamkan baginya masuk surga. (HR. Bukhari dan Muslim).

Kita sebagai bagian dari bangsa ini mempunyai kewajiban agar selalu mengingatkan para pembuat kebijakan, kalau di analogikan antara kehidupan berbangsa dan bernegara dengan ibadah shalat, maka antara penguasa dan rakyat ibarat imam dan ma’mum, apabila imam salah atau lupa maka ma’mum harus mengingatkan, laki-laki dengan mengucapkan subhanallah dan wanita dengan tepuk tangan, begitupula dalam berbangsa dan bernegara, apabila penguasa salah atau lupa dalam menjalankan roda pemerintahan, maka kita sebagai rakyat agar mengingatkannya, termasuk media massa, baik media cetak maupun elektronik, harus menjadi katalisator antara pemerintah dan rakyat, dalam upaya membentuk opini akan dampak sosial yang terjadi bila hal tersebut terlaksana.

Aspirasi ini pun bisa disalurkan lewat berbagai cara, apakah lewat dunia maya maupun dunia nyata, mendesak Pemerintah agar membatalkan kebijakan ini, juga anggota DPR untuk tidak menjadi ‘stempel’ eksekutif, maka dengan hal tersebut diharapkan mampu merubah kebijakan Pemerintah yang secara langsung akan berdampak terhadap hajat hidup masyarakat akar rumput.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s