PEMUDA PERSIS BERASASKAN ISLAM


Pemuda Persatuan Islam secara resmi berdiri pada tanggal 22 Maret 1936 di Bandung, organisasi otonom dari Persatuan Islam (Persis) ini sebelumnya adalah kaum muda hasil gemblengan A. Hassan, seperti Mohammad Natsir, Fakhrudin Al-Khairi, E. Abdurrahman, O. Qomarudin, dan Abdul Qadir Hassan. Maka dengan melihat tahun berdirinya Pemuda Persis ini, ia sudah merasakan pahit getirnya perjuangan dalam berdakwah, baik itu pada masa penjajahan Belanda dan Jepang, maupun dalam masa Orde Lama, Orde Baru bahkan sampai saat ini, era Reformasi.

Lantas apa yang menjadi landasan, pijakan Pemuda Persis dalam meneruskan risalah Rasulullah Saw ini, sehingga ia masih tetap survive ditengah arus modernisasi dan globalisasi? Landasan, pijakan atau asas bagi Pemuda Persis adalah Islam, ini terungkap dalam  QA-QD / Qaidah Asasi Qaidah Dakhili Pemuda Persatuan Islam 2010-2015. Pasal 2. Hlm. 1, bahwa Pemuda Persis berasaskan Islam.

Walaupun Pemuda Persis berasakan Islam, bukan berarti anti pluralitas -seperti kita ketahui bahwa Indonesia begitu beraneka ragam dan majemuk, baik beragamnya suku, ras maupun agama-, justru Islam sendiri adalah menghormati pluralitas sebagai realitas dan Sunnatullậh (QS. 49:13), bahkan Rasulullah Saw telah mempraktekannya di Madinah dengan Piagam Madinahnya, dimana dalam konstitusinya tersebut Rasulullah Saw mampu melakukan perjanjian antara kaum Muslimin dengan Yahudi, Nashrani dan Majusi tanpa ada diskriminasi ataupun intoleransi.

Pancasila sebagai Asas (manfa’at)

Merupakan rahasia umum bila ternyata dalam perjalanannya, Pancasila, menjadi tafsiran tersendiri bagi penguasa. Tatkala Pancasila pada Orde Lama, maka ia ‘ditafsirkan’ menjadi Nasakom (Nasionalis, Agama dan Komunis), bahkan Soekarno ‘menjalankan’ Pancasila tersebut berakhir dengan Demokrasi Terpimpin, maka ia menyandang gelar sebagai salah satu penguasa Diktator.

Ketika kekuasaan dalam genggaman rezim Soeharto, maka diberlakukan seluruh ormas, orpol dan sejenisnya di ‘paksa’ berasaskan tunggal, yakni asas Pancasila, baik yang berhaluan nasionalis maupun organisasi yang berhaluan agama.

Sehingga tak pelak bagi seluruh elemen masyarakat merasa ‘gerah’ dengan ke(tidak)bijakan tersebut. Maka Pancasila dalam ‘Tafsiran’ Orde Baru ia semacam godam yang menghancurkan sendi-sendi demokrasi, sehingga di balik senyuman Soeharto terdapat tangan  besi, yang menggantikan julukan sebelumnya, Bapak Pembangunan, menjadi Bapak otoriter dan koruptor.

Hal serupa juga terjadi pada era reformasi, seiring dengan pergantian beberapa Presiden, dari Bj. Habibie, Gusdur, Megawati dan SBY, Pancasila bak piala Eropa yang digilir, tapi senantiasa tidak bisa mengantarkan bangsa yang majemuk ini sejahtera, korupsi senantiasa bertengger urutan teratas didunia.

Tafsir Pemuda Persis Berasaskan Islam

Selain Pancasila yang menjadi salah satu Asas (Falsafah) di Negeri ini, ada beberapa lagi Asas (Ideologi, isme) yang menjadi Falsafah hidup manusia di dunia ini, sebut saja: Sosialis-Marxis, dan Kapitalisme, dan ideology tersebut mulai beranak pinak, maka munculah Komunisme, Liberalisme, Sekularisme, bahkan ketika hancurnya Sosialis-Marxis, Barat mulai mewacanakan dan membuat streotife-streotife bagi musuh barunya, yakni Islam, dengan sebutan (dari) fundamentalis (hingga) teroris.

Maka dengan beraneka ragam isme yang bermunculan tersebut, Pemuda Persis memilih Islam sebagai Way of Life. Pemuda Persis yakin bahwa Islam satu-satunya jalan keselamatan, hal tersebut tercantum dalam Tafsir Qaidah Asasi Pemuda Persis, Asas adalah landasan, dalam arti landasan perjuangan jam’iyyah Pemuda Persatuan Islam adalah Islam. Dalam perjuangannya Pemuda Persatuan Islam senantiasa berangkat dari pemahaman mengenai nilai-nilai dan ajaran Islam yang diwujudkan dalam amal jam’iyyah  melalui program jihad jam’iyyah.

Arti dasar dari Islam adalah al-istislậm, yaitu sikap menyerahkan diri dan pasrah secara total kepada Allah SWT terhadap segala hukum dan ketentuan-Nya. Dalam kata Islam juga terkandung makna damai, selamat sentosa, dan bebas dari kecacatan atau keaiban.

Kata Islam meliputi semua hukum dan aturan Allah bagi makhluk-Nya. Baik hukum yang berupa sistem alam yang disebut juga Sunnatullậh maupun hukum yang berupa peraturan dan sistem hidup bagi manusia yang disebut dengan Dînullậh.

Sumber hukum Sunnatullậh adalah qadlậ dan qadar (kehendak, ketetapan, keputusan, ukuran-ukuran, dan batasan-batasan Allah pada setiap makhluk-Nya). Sumber ajaran Dînul-Islam adalah Al-Qur’an (yaitu firman-firman Allah yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Saw) dan As Sunnah (segala perkataan, perbuatan, keinginan dan persetujuan Nabi Muhammad Saw)

Islam menurut Al-Qur’an adalah:

  1. Satu-satunya aturan dan sistem hidup yang sempurna dan lengkap serta abadi sepanjang zaman yang Allah tetapkan bagi makhluk-Nya (QS. Al-Baqarah [2]: 208)
  2. Agama yang diwahyukan kepada semua Nabi dan rasul yang diakhiri oleh Nabi  Muhammad Saw. (QS 2: 132-133; QS 3: 83-85; QS Al-An’am:14)
  3. Satu-satunya jalan keselamatan dan kesuksesan dunia dan akhirat. (Q.S. Al-Baqarah : 200- 201; QS. An Nur [24]: 55).
  4. Ajaran Islam meliputi akidah dan syari’ah. Akidah adalah sistem dan struktur keyakinan yang memberi bimbingan dan batasan apa yang wajib diimani oleh seorang Muslim tentang Allah, malaikat, kitab, nabi, hari kiamat, qadhậ dan qadar Allah Swt. Syariah adalah sistem dan struktur hukum yang mengatur pola hubungan manusia dengan Allah Swt, hubungan manusia dengan dirinya, hubungan manusia dengna sesamanya, dan hubungan manusia dengan makhluk lainnya. dalam syari’ah tercakup pola peribadatan ritual dan pola perilaku sosial seorang Muslim.

Maksud dari pemuda Persis berasaskan Islam adalah bahwa jam’iyyah Pemuda Persis menjadikan Islam sebagai dasar dan sumber inspirasi dalam menetapkan cita-cita, tujuan, visi, misi, spirit, motivasi, metode, strategi, dan etika organisasi. Oleh sebab itu, setiap kebijakan dan keputusan yang ditetapkan oleh Jam’iyyah tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai ajaran Islam.

(Di sampaikan dalam Halaqoh PC. Pemuda Persis Cimahi Selatan di Masjid Al-Ukhuwah, Melong Green Garden, pada hari kamis, tanggal 21 Juni 2012)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s