Gelombang Pembaharuan Ajaran Islam


A. Hassan – Tokoh Persatuan Islam (PERSIS)

Judul diatas adalah diambil dari kurikulum Halaqoh 2 yang di susun oleh PP. Pemuda Persis, melihat dari judulnya ia ber-luang lingkup global, artinya tidak secara spesifik yang harus dibahas, apakah harus menjelaskan pembaharuan Islam di Dunia atau di Indonesia saja? Apakah menjelaskan dari awal mula Muhammad Saw di utus Allah Swt sebagai Nabi sampai penyebaran Islam ke Indonesia saat ini?

Namun bila dilihat kembali materi dari kurikulum sebelumnya (Halaqoh 1, orientasi wawasan, materi: Islamisasi dan kolonialisme Barat) dan materi selanjutnya (lihat kurikulum Halaqoh 2, orientasi wawasan, Peran kaum pesantren dalam membentuk NKRI), maka bisa diambil kesimpulan (berdasarkan runutan sejarah) bahwa gelombang pembaharuan[1] ajaran Islam dalam judul tersebut adalah perjuangan tokoh-tokoh Islam modernis[2] dalam rangka menghadapi penjajah Belanda sampai peralihan kekuasaan dari Belanda ke Jepang (1942), juga tantangan dari kaum tradisonal dan kaum nasionalis-sekular pada masa pra kemerdekaan Indonesia.

Melihat dari subtansi judul tersebut lebih menitik beratkan pada wawasan (sejarah), namun tidak menutup kemungkinan dibuka sesi diskusi untuk membuka cakrawala pemikiran masa kini dengan sejarah yang akan dibahas sebagai pijakan (baca: Ibrah), seperti: apakah gerakan pembaharu dulu masih bisa dinamakan para pembaharu? apakah liberalisasi sama dengan tajdid? tokoh-tokoh Islam liberal cocok menyandang gelar mujadid? dan lain sebagainya.

Mengenai gerakan pembaharuan Islam di Indonesia maka tidak bisa dilepaskan dari kondisi dunia dimana saat itu masih dalam pergolakan Perang Dingin dan juga penguasaan atas negara-negara yang mayoritas umat Islam oleh Barat. Demikian pula gerakan pembaharu Indonesia tidak bisa dilepaskan pula dari ide-ide segar dari Jamaluddin al-Afghani (1839-1897), Muhammad Abduh (1849-1905), dan Rasyid Rida (1865-1935) yang mengembangkan gagasan pembaharuan Islam di Mesir juga tokoh-tokoh dari daerah Timur Tengah lainnya.

Deliar Noer dalam bukunya Gerakan Moderen Islam di Indonesia 1900-1942 (1996) [3] membagi gerakan modern Islam menjadi dua, yang pertama, gerakan Pendidikan dan Sosial dan yang kedua gerakan politik. Yang bergerak dibidang pendidikan sosial diantaranya daerah Minangkabau, Masyarakat Arab, Persyarikatan Ulama, Muhammadiyah, Persatuan Islam, sedangkan yang bergerak dibidang politik ada Sarekat Islam (SI) dan partai-partai Islam lainnya

(Di sampaikan dalam Halaqoh Pasca Tafiq I PD. Pemuda Persis Kota Bandung. Ahad, 22 Juli 2012 M/ 2 Ramadhan 1433 H)


[1]  Isu yang diusung gerakan Pembaharuan Islam diantaranya adalah Pemurnian ajaran Islam dari syirik, takhayul, bid’ah, khurafat, animisme, kembali pada Al Qur’an dan Hadits, Membuka pintu ijtihad, Menolak taklid.

[2]  Mengenai kata pembaharu ada yang menyebut dengan modernis/modern (lawan dari tradisionalis),

   ada juga yang menyebut dengan kaum muda (lawan dari kaum tua

[3]Buku ini berasal dari disertasi Deliar Noer untuk program doktor pada Universitas Cornell di Ithaca, N.Y., Amerika Serikat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s