Tujuan Jam’iyyah Pemuda Persatuan Islam


Tujuan merupakan hal penting dalam segala sesuatu, ibarat seseorang yang melakukan perjalanan, niscaya ia mempunyai tempat yang hendak dituju. Bila ia melakukan perjalanan tapi ia tidak tahu hendak kemana ia pergi, maka ia dalam kebingungan dan linglung; dalam bahasa sunda disebut teu puguh tujuan. Maka dengan begitu sama halnya dengan sebuah kendaraan (baca: organisasi/jam’iyyah), bila ada anggota yang masuk sebuah organisasi dan ia tidak tahu hendak kemana organisasi tersebut, maka ia dalam kebingungan dan kikuk berada dalam aktivitas di organisasi tersebut.

Dengan pembukaan tersebut, maka kita sebagai anggota Pemuda Persatuan Islam (Persis) mesti tahu apa tujuan Jam’iyyah Pemuda Persis itu? Dalam Qaidah Asasi (QA) Pemuda Persis, produk Muktamar Pemuda Persis 2010 mengungkapkan bahwa tujuan Pemuda Persis adalah Mencetak kader pemimpin umat yang memahami, mengamalkan dan mendakwahkan aqidah, syari’ah, dan akhlaq Islam berdasarkan Al Quran dan As Sunnah dalam segala ruang dan waktu[1].

Dalam Tafsir QA, pasal 6 tersebut hanya diberikan tafsiran ‘cukup jelas’. Kemungkinan besar, penafsir QA-QD tersebut menganggap anggota Pemuda Persis secara keseluruhan memahami tafsir (makna) dalam pasal tersebut. Namun tidak menutup kemungkinan ada anggota yang belum memahaminya, oleh sebab itu alangkah baiknya kita mengkaji pasal tersebut bersama-sama.

Yang pertama, Mencetak kader pemimpin umat, dalam kajian sebelumnya kita telah mengkaji bentuk, sifat dan gerakan Pemuda Persis, bahwa salah satunya pemuda persis organisasi kader dan harakah tajdid[2], lebih umum lagi, bahwa Pemuda Persis disiapkan untuk menjadi kader Persis dan atau kader pemimpin umat. Dalam istilah lain bahwa jamiyyah pemuda persis merupakan ‘kawah candradimuka’nya Persis dan umat.

Kedua, yang memahami, mengamalkan dan mendakwahkan. Kita ketahui bahwa dalam Al-Qur’an dan Hadits banyak mengutarakan mengenai kewajiban ini bagi kaum muslimin, yakni memahami, kita dituntut untuk thalabul ‘ilmi (menuntut ilmu), setelah kita tahu dan memahami ilmu tersebut, maka kewajiban selanjutnya adalah mengamalkan dan mendakwahkan. Dengan demikian, bahwa ilmu bukan pengetahuan semata, namun ia mesti diamalkan dan diajarkan kembali, bukan terbalik yang selama ini tidak sedikit terjadi, mereka mendakwahkan ilmu yang ia dapat, namun dia sendiri tidak mengamalkannya, terkait hal tersebut, jauh-jauh hari Allah Swt memberikan warning kepada oknum da’i yang demikian, firman-Nya: “Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan” [3].

Ketiga, apa yang harus dipahami, diamalkan dan didakwahkan bagi anggota Pemuda Persis? Jawabannya adalah aqidah, syari’ah, dan akhlaq Islam berdasarkan Al Quran dan As Sunnah dalam segala ruang dan waktu. Aqidah merupakan hal utama dan pertama yang wajib dipahami, diamalkan dan didakwahkan; ia merupakan pondasi dalam bangunan agama yang diridhai Allah Swt ini (Islam); ia juga merupakan al-Ashlu, pokok dalam agama ini. Oleh karena itu, Pemuda Persis berkewajiban membersihkan umat dari parasit aqidah, yang menggerogoti amal ibadah. Baik itu parasit yang bungkeuleukan (kufur), maupun parasit yang sembunyi-sembunyi tapi pasti menghancurkan dari dalam (munafiq).

Syari’ah, merupakan bentuk realiasasi ketundukan dan kepatuhan kaum muslimin terhadap Allah Swt dan Rasulullah Saw. Bila dikesampingkan, atau melaksanakan sebagian dan meninggalkan sebagian syari’ah ini, niscaya apa bedanya kita dengan yahudi dan nashara?. Akhlaq Islam, berarti ada akhlaq yang tidak Islami, bagaimana yang dinamakan akhlaq Islam? yakni akhlaqnya Rasulullah Saw, kita beruswah kepadanya. Dan kesemuanya tersebut (Aqidah, syari’ah dan akhlaq Islam) harus berdasarkan Al Quran dan As Sunnah dalam segala ruang dan waktu. (Disampaikan dalam halaqah rutin mingguan PC. Pemuda Persis Cimahi Selatan, 8 November 2012, di Mesjid Rengas.)


[1] Qaidah Asasi, Pasal 6, hlm. 3

[2] QA Pasal 3, ayat 2

[3] QS. Ash-Shaf [61]: 3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s