Dua Macam Manusia Mati


عَنْ أَبِي قَتَادَةَ بْنِ رِبْعِيٍّ الْأَنْصَارِيِّ أَنَّهُ كَانَ يُحَدِّثُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُرَّ عَلَيْهِ بِجِنَازَةٍ فَقَالَ مُسْتَرِيحٌ وَمُسْتَرَاحٌ مِنْهُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الْمُسْتَرِيحُ وَالْمُسْتَرَاحُ مِنْهُ قَالَ الْعَبْدُ الْمُؤْمِنُ يَسْتَرِيحُ مِنْ نَصَبِ الدُّنْيَا وَأَذَاهَا إِلَى رَحْمَةِ اللَّهِ وَالْعَبْدُ الْفَاجِرُ يَسْتَرِيحُ مِنْهُ الْعِبَادُ وَالْبِلَادُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ – ر  احمد و البخاري و مسلم

 

Dari Abi Qatadah bin Rab’iyi al-Anshary ra bercerita bahwa Rasulullah saw  dilewati (yang  mengusung ) jenazah dan bersabda : Orang mati itu ada yang “mustarih dan mustaroh” Mereka bertanya : Ya Rasulullah apa yang dimaksud dengan “ Al-Mustarih dan Al-Mustaroh itu?” Beliau menjelaskan : Orang mukmin (dg kematiannya) istirahat dari segala kesibukan dunia dan penderitaannya menuju rahmat Allah, sedang orang yang durhaka (dengan kematiannya) beristirahat manusia, negri, tetumbuhan dan binatang (dari gangguannya). (HR.Ahmad, Al-Bukhari dan Muslim).

15 comments on “Dua Macam Manusia Mati

  1. piracetam mengatakan:

    “Sedikit demi sedikit, saya mula mengenali Islam melalui pergaulan dan sehinggalah tiba bulan puasa, misalnya, saya sendiri ikut berpuasa,” tambahnya.

  2. silver account mengatakan:

    Kulayni berkata di dalam ‘Al-Kafi’, bahwa ia melaporkan dari Imam Ja’far bin Muhammad Sadiq: ‘Ketika Rasulullah (SAAW) berada di atas tempat tidur kematiannya, ia memanggil Abbas dan Amir Al-Muminin, dan kemudian ia berkata kepada Abbas “Wahai paman Muhammad… kamu akan mengambil warisan/ pusaka Muhammad, membayar kembali hutangnya dan memukul mundur musuhnya”. Ia menjawab Beliau sambil berkata, “Wahai Rasulullah, biarkan ibu dan bapakku menjadi tebusanmu, saya adalah orang tua dengan banyak tanggungan dan sedikit kekayaan, siapa yang mampu memikul tanggung-jawabmu?” Beliau menurunkan kepalanya sebentar dan kemudian Beliau berkata lagi, “Wahai Abbas, maukah kamu mengambil warisan/ pusaka Muhammad, memukul mundur musuhnya dan membayar kembali pinjamannya?”. Ia menjawab seperti sebelumnya….. Beliau kemudian berkata “Pasti, aku akan memberikannya kepada seseorang yang akan mengambilnya dan semua tanggung jawab yang berhubungan dengan hal itu.” Kemudian Beliau berkata: “Wahai Ali! wahai saudara Muhammad, maukah kamu memukul mundur musuh Muhammad, membayarkan kembali pinjamannya dan tetap berpegang pada warisannya? Ia berkata, “Ya, biarkan bapak dan ibuku menjadi tebusanmu”. ‘Demikianlah Ali, sahabat terkasihku’. (2) (Kulayni: Al-Kafi, vol. 1 hal. 236 dari Muhammad bin Hussain dan Ali bin Muhammad dari Sahl bin Ziyad dari Muhammad bin Walid, al-Sirafi dari Iban bin Uthman dari Abu Abdullah).

  3. Idebenone mengatakan:

    Sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat ini, Allah menarik jiwa orang yang sedang tidur, namun Dia mengirim kembali jiwa-jiwa tersebut kepada mereka yang waktu kematiannya belum ditentukan. Dalam konteks ini tidur, seseorang tidaklah wafat dalam arti meninggal. Akan tetapi, ini untuk periode yang temporal, jiwa meninggalkan tubuh dan tetap pada dimensi yang lain. Ketika kita terbangun, jiwa pun kembali ke dalam tubuh.

  4. silver account mengatakan:

    Ketika lewat jenazah, dan Rasul SAW bersabda: “mustarih aw mustaroh” shahabat bertanya; apa maksud ucapanmu ya Rasulullah? Rasul menjawab; “mustarih” kalau orang mu’min wafat “mustarih” ia wafat untuk beristirahat, tidak ada lagi fitnah, tidak ada lagi penyakit, tidak ada lagi cobaan, tidak ada lagi kesulitan, yang ada adalah keindahan beristirahat, menuju hari perjumpaan dengan Tuhannya, namun kalau ia orang yang jahat, maka dia “mustaroh” apa “mustaroh”? orang lain yang istirahat dan tenang dari kejahatannya, orang yang hidup beristirahat darinya, dia sekarang sibuk setelah ia wafat, ia tidak ada lagi istirahat, ia sibuk dengan dosa-dosanya, tapi orang yang ditinggal, yang beristirahat atas kejahatannya, tidak ada lagi ini tukang fitnah, tidak ada lagi ini penjahat, tidak ada lagi ini penipu, ia wafat, orang istirahat dengan kematiannya “mustarih aw mustaroh” pasti satu dari dua keadaan, setiap kematiannya, Allah menjadikan kita dikelompok orang yang ”mustarih” dan beristirahat dari pada segala musibah dan cobaan, hadirin hadirot yang dimuliakan Allah, demikian diriwayatkan didalam Shohih Bukhori.

  5. piracetam mengatakan:

    Tidak sampai setahun dibebaskan, Said Qutb ditangkap semula iaitu pada tahun 1965. Pada kali ini, tidak lagi hukuman penjara yang mengikuti beliau tetapi hukuman gantung. Said Qutb telah dijatuhkan hukuman gantung sampai mati oleh mahkamah Tentera Mesir bersama dua lagi rakannya iaitu Muhammad Hawwasy dan Abdul Fattah Ismail. Tatkala mendengar hukuman ke atasnya dibaca, tidak ada tanda gelisah, takut mahupun rasa bersalah di wajahnya. Dengan tenang beliau berkata; “Al-Hamdulillah” kerana apa yang beliau idam-idamkan sekian lama telah dikabulkan Allah iaitulah mati sebagai seorang Syahid.

  6. gold account mengatakan:

    Pada tahun menjelang wafatnya, beliau beriktikaf selama 20 malam. Dari Abu Hurairah, ia berkata, “Nabi biasanya selalu beriktikaf 10 hari dalam bulan Ramadhan, sedangkan pada tahun kematiannya beliau beriktikaf selama 20 hari.” (HR Bukhari). Pada suatu waktu beliau melakukan perjalanan dalam bulan Ramadhan sehingga tidak sempat beriktikaf. Beliau menggantinya selama 20 hari pada tahun berikutnya.Terkadang, beliau menggantinya dengan beriktikaf sepuluh hari pada bulan Syawal.

  7. gold price mengatakan:

    ”Orang Yahudi berkata ketika melihat Rasulullah menikahi wanita : Lihatlah orang yang tidak pernah kenyang dari makan ini, dan demi Alloh, ia tidaklah punya hasrat melainkan kepada para wanita.” [Thobaqot al-Kubra karya Ibnu Sa’ad, juz VIII hal. 233, melalui perantaraan Hamdi Syafiq, Zaujaat Laa Asyiiqoot at-Ta’addudi asy-Syar’i Dhorurotul Ashri].

  8. gold price mengatakan:

    “kalau begitu, ya Abdallah, sambutlah panggilan Allah itu dan shalatlah di masjid,” jawab Rasulullah tegas.

  9. idebenone mengatakan:

    Pada tanggal itulah mereka membuat acara tertentu dengan pacar atau dengan teman untuk mengagungkan kasih sayang. Sebagian orang yang tidak remaja lagi juga banyak yang ikut-ikutan mengungkapkan kasih sayang kepada pasangannya, termasuk kepada pasangan tidak sahnya alias kepada TTM-nya. Tidak banyak pengagung Valentines Day yang mengetahui bagaimana munculnya hari yang disebut juga sebagai hari kasih sayang ini. Padahal, menurut pandangan Islam, perayaan hari itu bukan hanya kemubaziran, tapi juga menjurus kepada kekufuran. Menurut brberapa sumber valentine day dimulai dari Romawi. Adalah seorang Kaisar Romawi, Claudius II yang berkuasa pada tahun 268 – 270 M mempunyai kebijakan yang melarang prajurit-prajuritnya untuk menikah. Menurutnya, menikah akan membuat prajurit loyo dalam berperang. Kebijakan ini ditentang oleh Santo Valentine dan Santo Marius. Secara diam-diam mereka tetap menikahkan para parujuritnya. Mengetahui hal ini Claudius II marah besar, dan menghukum mati Valentine dan santo Marius. Sebelum dihukum mati, mereka dipenjarakan dahulu. Ketika berada dalam sel Valentine berkenalan dengan seorang gadis anak sipir penjara. Gadis ini setia menjenguk valentine hingga menjelang kematian Valentine. Menjelang kematiannya, Valentine sempat menulis pesan kepada gadis itu, yang pada bagian belakang amplopnya tertera tulisan : “from your Valentine”. Setelah eksekusi hukuman mati, penduduk Romawi selalu mengingat kedua santo tersebut dan merayakannya sebagai bentuk ekspresi cinta kasih Valentine. Duaratus tahun kemudian yaitu tahun 496 Masehi, Paus Gelasius meresmikan tanggal 14 Pebruari 496 sebagai Valentines Day yang dikenal sekarang. Lalu, masih pantaskah kita atau anak-anak kita merayakan valentine day yang penuh kekufuran itu?

  10. silver account mengatakan:

    Pada 198 H beliau bersama rakan belajarnya Yahya bin Ma`in mengerjakan haji dan tinggal sementara di sekitar Masjid al-Haram, dengan niat untuk ke San’a` (di Yaman) untuk mendapatkan hadith daripada `Abd al-Razzaq bin Hammam. Ketika melakukan tawaf qudum mereka ternampak `Abd al-Razzaq, lantas Yahya berjumpa dengannya dan berkata setelah mengucapkan salam: “Ini adalah saudaramu, Ahmad bin Hanbal.” Dan `Abd al-Razzaq menjawab: “Semoga Allah memanjangkan umurnya dan menjadikannya tabah, kerana aku tidak mendengar melainkan kebaikan mengenainya.” Berkata Yahya: “Kami ingin berjumpa denganmu esok, insha Allah, untuk mendengar dan menulis daripadamu.” Setelah `Abd al-Razzaq meninggalkan mereka Ahmad bertanya kepada rakannya: “Kenapa engkau membuat temujanji dengannya?” Jawab Yahya: “Untuk mendengar daripadanya. Allah telah menyelamatkan kamu sebulan perjalanan pergi dan sebulan perjalanan balik, dan menyelamatkan kamu perbelanjaannya.” Kata Ahmad: “Aku tidak mahu Allah melihatku meninggalkan niatku untuk ke Yaman dengan apa yang engkau katakan, (dan tidak mahu) kita tinggal di sini dan dengar daripadanya. Lalu setelah selesai mengerjakan haji, beliau ke San’a` untuk bertemu `Abd al-Razzaq dan mendengar daripadanya.

  11. silver account mengatakan:

    Dari Abi Qatadah bin Rab’iyi al-Anshary ra bercerita bahwa Rasulullah saw dilewati (yang mengusung ) jenazah dan bersabda : Orang mati itu ada yang “mustarih dan mustaroh” Mereka bertanya : Ya Rasulullah apa yang dimaksud dengan “ Al-Mustarih dan Al-Mustaroh itu?” Beliau menjelaskan : Orang mukmin (dg kematiannya) istirahat dari segala kesibukan dunia dan penderitaannya menuju rahmat Allah, sedang orang yang durhaka (dengan kematiannya) beristirahat manusia, negri, tetumbuhan dan binatang (dari gangguannya). (HR.Ahmad, Al-Bukhari dan Muslim).

  12. Idebenone mengatakan:

    “Riwayat Bukhari dan Muslim menyebut bahawa apabila Nabi Muhammad s.a.w. mengahwini beliau (‘Aishah), umurnya enam tahun; dan dalam riwayat yang lain beliau berusia tujuh tahun, dan apabila mereka mula tinggal bersama, beliau berusia sembilan tahun. Ibn Sa’ad menulis bahawa Rasulullah s.a.w. dan isterinya ‘Aishah r.a. mulai tinggal bersama di bulan Syawal pada tahun pertama Hijrah”.

  13. idebenone mengatakan:

    Dari Abi Qatadah bin Rab’iyi al-Anshary ra bercerita bahwa Rasulullah saw dilewati (yang mengusung ) jenazah dan bersabda : Orang mati itu ada yang “mustarih dan mustaroh” Mereka bertanya : Ya Rasulullah apa yang dimaksud dengan “ Al-Mustarih dan Al-Mustaroh itu?” Beliau menjelaskan : Orang mukmin (dg kematiannya) istirahat dari segala kesibukan dunia dan penderitaannya menuju rahmat Allah, sedang orang yang durhaka (dengan kematiannya) beristirahat manusia, negri, tetumbuhan dan binatang (dari gangguannya). (HR.Ahmad, Al-Bukhari dan Muslim).

  14. gold price mengatakan:

    Dari Abi Qatadah bin Rab’iyi al-Anshary ra bercerita bahwa Rasulullah saw dilewati (yang mengusung ) jenazah dan bersabda : Orang mati itu ada yang “mustarih dan mustaroh” Mereka bertanya : Ya Rasulullah apa yang dimaksud dengan “ Al-Mustarih dan Al-Mustaroh itu?” Beliau menjelaskan : Orang mukmin (dg kematiannya) istirahat dari segala kesibukan dunia dan penderitaannya menuju rahmat Allah, sedang orang yang durhaka (dengan kematiannya) beristirahat manusia, negri, tetumbuhan dan binatang (dari gangguannya). (HR.Ahmad, Al-Bukhari dan Muslim).

  15. silver account mengatakan:

    Umar berkata kepada Abu Hurairah, “Hai musuh Allah dan musuh Kitab-Nya, apa engkau telah mencuri harta Allah?” jawab Abu Hurairah, “Aku bukan musuh Allah dan bujkan pula musuh Kitab-Nya, aku hanya menjadi musuh orang-orang yang memusuhi keduanya dan aku bukanlah orang yang mencuri harta Allah!” Umar bertanya, “Dari mana kau peroleh sepuluh ribu itu? Abu Hurairah menjawab, “Kuda kepunyaanku beranak pinak dan pemberian orang berdatangan.” Kembalikan harta itu ke perbendaharaan Negara (baitul mal) jawab Umar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s