Membekali Diri Sebelum Mati


7-  يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ   – ال عمران : 102

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.(QS.Ali Imran : 102)

 

8-   وَأَنْفِقُوا مِنْ مَا رَزَقْنَاكُمْ مِنْ قَبْلِ أَنْ يَأْتِيَ أَحَدَكُمُ الْمَوْتُ فَيَقُولَ رَبِّ لَوْلَا أَخَّرْتَنِي إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ فَأَصَّدَّقَ وَأَكُنْ مِنَ الصَّالِحِينَ(10)وَلَنْ يُؤَخِّرَ اللَّهُ نَفْسًا إِذَا جَاءَ أَجَلُهَا وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ(11) – المنافقون

 

Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: “Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang saleh?” Dan Allah sekali-kali tidak akan menangguhkan (kematian) seseorang apabila datang waktu kematiannya. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. (QS.Al-Munafiqun: 10-11)

 

8-   حَدَّثَنَا أَبُو هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الصَّدَقَةِ أَعْظَمُ أَجْرًا قَالَ أَنْ تَصَدَّقَ وَأَنْتَ صَحِيحٌ شَحِيحٌ تَخْشَى الْفَقْرَ وَتَأْمُلُ الْغِنَى وَلَا تُمْهِلُ حَتَّى إِذَا بَلَغَتْ الْحُلْقُومَ قُلْتَ لِفُلَانٍ كَذَا وَلِفُلَانٍ كَذَا وَقَدْ كَانَ لِفُلَانٍ – ر البخاري

telah menceritakan kepada kami Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata,: “Seorang laki-laki datang kepada Nabi Shallallahu’alaihiwasallam dan berkata,: “Wahai Rasulullah, shadaqah apakah yang paling besar pahalanya?”. Beliau menjawab: “Kamu bershadaqah ketika kamu dalam keadaan sehat dan kikir, takut menjadi faqir dan berangan-angan jadi orang kaya. Maka janganlah kamu menunda-nundanya hingga tiba ketika nyawamu berada di tenggorakanmu. Lalu kamu berkata, si fulan begini (punya ini) dan si fulan begini. Padahal harta itu milik si fulan”.

13 comments on “Membekali Diri Sebelum Mati

  1. idebenone mengatakan:

    Lacus menarik nafas panjang dan berkata “Ya sudah, kamu ke kelas sana! Sebentar lagi masuk kan? Aku akan minta di jemput saja. Salam untuk Shiho dan Milly ya,” Lacus lalu melambaikan tangan dan berbalik pergi.

  2. gold account mengatakan:

    Banyak peristiwa yang menunjukkan Baginda s.a.w. sebagai seorang pemuda yang membawa rahmat. Antaranya ketika Baginda s.a.w. bekerja dengan sayidatina Khadijah sebelum Baginda s.a.w. bernikah dengan beliau. Sayidatina Khadijah pada waktu itu, terkenal sebagai seorang bangsawan wanita Makkah yang amat terkenal. Oleh kerana beliau mempercayai Baginda s.a.w. seorang yang jujur dan berbudi pekerti yang mulia, maka Baginda s.a.w. diutuskan sebagai pedagang membawa barangan sayidatina Khadijah ke Syam. Ketika itu, Baginda s.a.w. bukan sahaja dijanjikan untuk diberikan upah yang berganda berbanding pekerja yang lain, akan tetapi turut diberi dua orang hamba untuk membantu Baginda s.a.w. sepanjang perjalanan Baginda s.a.w.. Sesungguhnya ke mana sahaja Baginda s.a.w., nescaya yang bersama Baginda s.a.w. akan mendapat rahmat. Apabila selesai berdagang dan pulang ke Makkah, sayidatina Khadijah amat terkejut kerana hasil dagangan Baginda s.a.w. itu berganda keuntungannya berbanding sebelum ini. Bahkan pembantu lelaki Baginda s.a.w. yang bernama Maisarah, turut menceritakan kepada sayidina Khadijah akan keperibadian Baginda s.a.w. dan menceritakan pengalamannya ketika berehat di Busra, dimana seorang rahib menceritakan kepadanya bahawa lelaki mulia tersebut adalah Utusan terakhir yang ditunggu-tunggu oleh mereka. Oleh kerana kisah tersebut, maka sayidatina Khadijah terus memerdekakan Maisarah dan isterinya, bahkan diberikan wang, kuda dan pakaian yang mahal kepada mereka berdua.

  3. NAC eye drops mengatakan:

    telah menceritakan kepada kami Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata,: “Seorang laki-laki datang kepada Nabi Shallallahu’alaihiwasallam dan berkata,: “Wahai Rasulullah, shadaqah apakah yang paling besar pahalanya?”. Beliau menjawab: “Kamu bershadaqah ketika kamu dalam keadaan sehat dan kikir, takut menjadi faqir dan berangan-angan jadi orang kaya. Maka janganlah kamu menunda-nundanya hingga tiba ketika nyawamu berada di tenggorakanmu. Lalu kamu berkata, si fulan begini (punya ini) dan si fulan begini. Padahal harta itu milik si fulan”.

  4. silver price mengatakan:

    Dari Abu Hurairah Radiyallahu Anhu bahwasannya seorang laki-laki berkata kepada Nabi shallalahu alaihi wasallam berilah aku wasiat, maka beliau bersabda : “jangan marah!”, maka orang tersebut mengulangi perkataannya beberapa kali namun beliau hanya menjawab : “jangan marah”.

  5. gold price mengatakan:

    Abu Hurairah r.a. berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Shalat seseorang dengan berjamaah (dalam satu riwayat: shalat jamaah 1/122) dilipatgandakan pahalanya atas shalatnya sendirian di rumahnya dan di pasarnya dua puluh lima kali lipat (dalam riwayat lain: derajat). Hal itu karena apabila ia berwudhu dengan baik, lalu pergi ke masjid, yang tidak ada yang memotivasinya pergi ke masjid melainkan shalat, maka tidaklah ia melangkahkan kakinya satu langkah melainkan diangkat derajatnya dan dihapuskan kesalahannya (sehingga dia masuk masjid). Apabila ia melakukan shalat (dalam riwayat lain: dan apabila ia telah masuk masjid), maka malaikat akan selalu mendoakannya selama ia masih ada di tempat shalat (yang ia melakukan shalat disitu 3/20), (selama shalat itu menahannya, dan tidak ada yang menghalanginya untuk pulang kepada keluarganya kecuali shalat 1/160), (malaikat itu berkata 1/115), ‘Ya Allah, berilah shalawat kepadanya (dan menurut jalan periwayatan yang lain: Ya Allah, ampunilah dia), ya Allah, berilah ia rahmat (selama ia belum berhadats).’ Seseorang di antara kamu senantiasa dinilai sedang melakukan shalat selama ia menantikan datangnya shalat berikutnya.’” (Menurut jalan periwayatan yang lain dengan lafal, “Selama dia di masjid menantikan tibanya waktu shalat, asalkan belum berhadats.” Lalu ada seorang laki-laki non Arab bertanya, “Apakah hadats itu, wahai Abu Hurairah?” Dia menjawab, “Suara, yakni kentut.” 1/52).

  6. silver price mengatakan:

    Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Dahulu ketika kami di sisi Nabi SAW, ada seorang laki-laki berdiri. Lalu orang-orang sama berkata, “Ya Rasulullah, alangkah sangat loyonya si fulan itu !”. Atau mereka berkata, “Alangkah sangat lemahnya orang itu”. Maka Nabi SAW bersabda, “Kalian telah berbuat ghibah kepada teman kalian dan kalian telah makan dagingnya”. [HR. Abu Ya’la, dan Thabrani meriwayatkan dengan lafadhnya], sesungguhnya ada seorang laki-laki berdir di sisi Nabi SAW, maka orang-orang melihat ketika dia berdiri itu dalam keadan loyo. Mereka berkata, “Alangkah sangat loyonya si fulan itu”. Maka Rasulullah SAW bersabda, “Kalian telah makan saudaramu dan kalian telah berbuat ghibah kepadanya”.

  7. carnosine eye drops mengatakan:

    Hinata kembali menjadi gadis penurut yang dikenal Gaara. Ia tak menolak ketika Gaara menggendongnya. Pipinya merah padam, tak tahu harus berbuat apa. Ia hanya bisa menyembunyika wajah di balik punggung remaja laki-laki yang melangkah tergesa-gesa.

  8. Can-C Eye Drops mengatakan:

    Ghibah atau menggunjing orang lain, merupakan dosa yang lumprah dilakukan manusia secara kolektif. Tanpa merasa bersalah, kita tertawa-tawa ketika tahu bahwa si fulan rahasianya dibongkar dan ditelanjangi temannya sendiri. Padahal, ghibah termasuk dosa besar, bukan dosa kecil yang pantas diremehkan. Nabi Muhammad saw menyamakan pelaku ghibah dengan kanibal yang memakan daging saudaranya sendiri. Ibnu Mas’ud pernah berkata, “Kami pernah berada dalam satu majlis Nabi Muhammad saw, tiba-tiba ada seorang laki-laki berdiri meninggalkan majlis itu, kemudian ada seorang laki-laki lain mengumpatnya sesudah dia pergi. Spontan Nabi Muhammad saw berkata kepada laki-laki ini, ”Berselilitlah kamu!” Dengan nada heran orang tersebut bertanya, ”Mengapa saya harus berselilit sedangkan saya sebelum ini tidak makan daging”? Nabi Muhammad saw kemudian berkata, ”Sesungguhnya baru saja engkau memakan daging saudaramu”.

  9. silver price mengatakan:

    Pada hari Rabu pagi Bu Siti Sholeha melihat dagangannya sudah menipis, beliau bergegas pergi kepasar untuk belanja. Betapa terkejutnya ketika pulang dari pasar di teras rumahnya telah duduk tiga orang laki-laki yang tidak dikenalnya sama sekali, dia berpakaian serba putih berjanggut panjang dan terlihat agak kecapaian seperti orang yang habis melakukan perjalanan jauh, dalam hatinya dia berkata siapa mereka…..? jangan-jangan orang yang mau berbuat jahat, kalau melihat gaya dan penampilannya bukanlah orang yang jahat, namun demikian Bu Siti Sholeha tetap saja masuk ke halaman dengan hati deg-degan. Sebagai seorang muslimah dia tahu syari’ah yang datang harus mengucapkan salam pada yang duduk, yang sedikit harus mengucapkan salam pada yang banyak, walau dengan hati yang deg-degan, setelah hampir mengijak teras Bu Siti Sholeha mengucap “Assalamu’alaikum” — ”Wa’alaikum Salam Warohmatullohi Wabarokatuh” jawab ketiga orang itu serempak, seketika itu pula rasa kawatir Bu Siti Sholeha langsung berkurang.

  10. Piracetam mengatakan:

    Beliau mempunyai baju perang yang sangat bagus dan mahal. Setelah gugur dalam pertempuran dengan kelompok Musailamah al-Kazzab, seorang laki-laki dari umat Islam berjalan melewati mayat beliau. laki-laki itu melihat baju perang menempel di mayat beliau. Akhirnya baju perang itu dilucutinya dan diambilnya. Hari besoknya, seorang dari umat Islam bermimpi. Dalam mimpinya orang itu bertanya kepada laki-laki tersebut; “Saya Tsabit bin Qois, apakah kamu tahu saya?” laki-laki itu menjawab; “Iya.” Orang itu berkata; “Saya ingin mewasiatkan sesuatu kepadamu. Maka jangan sekali-kali kamu katakan bahwa ini adalah mimpi kemudian kamu tidak menjalankan wasiat ini. Ketika aku terbunuh kemarin, seorang laki-laki berjalan melewati diriku. Wajahnya begini dan begitu. Tubuhnya begini dan begitu.

  11. silver account mengatakan:

    Beliau mempunyai baju perang yang sangat bagus dan mahal. Setelah gugur dalam pertempuran dengan kelompok Musailamah al-Kazzab, seorang laki-laki dari umat Islam berjalan melewati mayat beliau. laki-laki itu melihat baju perang menempel di mayat beliau. Akhirnya baju perang itu dilucutinya dan diambilnya. Hari besoknya, seorang dari umat Islam bermimpi. Dalam mimpinya orang itu bertanya kepada laki-laki tersebut; “Saya Tsabit bin Qois, apakah kamu tahu saya?” laki-laki itu menjawab; “Iya.” Orang itu berkata; “Saya ingin mewasiatkan sesuatu kepadamu. Maka jangan sekali-kali kamu katakan bahwa ini adalah mimpi kemudian kamu tidak menjalankan wasiat ini. Ketika aku terbunuh kemarin, seorang laki-laki berjalan melewati diriku. Wajahnya begini dan begitu. Tubuhnya begini dan begitu.

  12. Piracetam mengatakan:

    Mewartakan kepada kami Muhammad bhi Yahya, mewartakan kepada kami Ahmad bin Khalid Al-Wahbiy, mewartakan kepada kami Muhammad bin Ishaq, dari Isa bin Abdullah bin Malik, dari ‘Athiyyah bin Sufyan bin ‘Abdullah bin Rabi’ah, dia berkata: Mewartakan kepada kami kelompok utusan kami yang datang kepada Rasululah SAW. bersama Islamnya bani Tsaqif, dia berkata: Mereka datang pada Nabi SAW. di bulan Ramadhan. Lalu beliau mewajibkan mereka membangun Kubah masjid. Maka ketika mereka masuk Islam, mereka melakukan puasa hari-hari bulan yang masih tersisa pada mereka. Dalam Az-Zawa-id: Dalam isnadnya ada Muhammad bin Ishaq dia itu seorang mudallis. Dia meriwayatkannya dengan metode Mu’an’an dari ‘Isa bin ‘Abduliah. Ibnu-Madiniy berkata: Periwayatan hadis ini hanya darinya saja. Dan Isa bin ‘Abdullah tidak dikenal.

  13. silver price mengatakan:

    Abu Hurairah r.a. berkata, “Rasulullah bersabda, ‘Shalat seseorang dengan berjamaah (dalam satu riwayat: shalat jamaah 1/122) dilipatgandakan pahalanya atas shalatnya sendirian di rumahnya dan di pasarnya dua puluh lima kali lipat (dalam riwayat lain: derajat). Hal itu karena apabila ia berwudhu dengan baik, lalu pergi ke masjid, yang tidak ada yang memotivasinya pergi ke masjid melainkan shalat, maka tidaklah ia melangkahkan kakinya satu langkah melainkan diangkat derajatnya dan dihapuskan kesalahannya (sehingga dia masuk masjid). Apabila ia melakukan shalat (dalam riwayat lain: dan apabila ia telah masuk masjid), maka malaikat akan selalu mendoakannya selama ia masih ada di tempat shalat (yang ia melakukan shalat disitu 3/20), (selama shalat itu menahannya, dan tidak ada yang menghalanginya untuk pulang kepada keluarganya kecuali shalat 1/160), (malaikat itu berkata 1/115), ‘Ya Allah, berilah shalawat kepadanya (dan menurut jalan periwayatan yang lain: Ya Allah, ampunilah dia), ya Allah, berilah ia rahmat (selama ia belum berhadats).’ Seseorang di antara kamu senantiasa dinilai sedang melakukan shalat selama ia menantikan datangnya shalat berikutnya.’” (Menurut jalan periwayatan yang lain dengan lafal, “Selama dia di masjid menantikan tibanya waktu shalat, asalkan belum berhadats.” Lalu ada seorang laki-laki non Arab bertanya, “Apakah hadats itu, wahai Abu Hurairah?” Dia menjawab, “Suara, yakni kentut.” 1/52).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s