Strategi Mengalahkan Syetan


وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ أَفَتَتَّخِذُونَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ بِئْسَ لِلظَّالِمِينَ بَدَلًا – الكهف : 50

Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam”, maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang zalim. ( QS. Al-Kahfi : 50 )

Berdasar ayat tersebut syetan itu berasal dari  golongan jin, jin yang durhaka kepada Allah. Syetan sudah bertekad dan bersumpah di hadapan Allah akan menggoda dan menjerumuskan manusia semuanya. Dia bertekad untuk menjadikan mayoritas manusia itu menjadi teman dirinya sebagai penghuni neraka kelak. Hal tersebut dijelaskan Allah dalam firman-Nya :

قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ ؛ ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ – الاعراف : 16-17

Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (ta`at). (QS. Al-A’raf: 16-17 )

Berdasarkan ayat tersebut, syetan dan keturunannya  telah membulatkan tekadnya untuk mengepung manusia dari segala arah, sehingga sulit untuk bisa lolos dari jebakan-jebakannya. Dia juga telah sesumbar di hadapan Allah bahwa kelak pada hari kiamat mayoritas manusia akan menjadi pengikutnya, jadi penghuni neraka. Maka Allah mengingatkan kita bahwa syetan itu adalah musuh manusia, maka kita harus menjadikannya sebagai musuh. Jangan  oleh Allah dinyatakan sebagai musuh, oleh kita malah dijadikan sebagai sehabat. Allah berfirman :

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيرِ – فاطر : 6

Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh (mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala. ( QS. Fathir : 6)

Ada beberapa strategi yang bisa kita lakukan untuk menjerat dan mempersempit ruang gerak syetan dalam menggoda kita, berdasar petunjuk dari Al-Qur’an dan Al-hadits:

Pertama, dengan cara mengikhlaskan hati kita. Setiap kali kita beramal dan beribadah semata hanya karena Allah. Jauh dari unsur-unsur riya dan sum’ah, ingin dilihat, dipuji, dan didengar manusia. Insya Allah syetan akan menjauh dari kita. Hal ini diisyaratkan Allah dalam firman-Nya :

 قَالَ رَبِّ بِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأُزَيِّنَنَّ لَهُمْ فِي الْأَرْضِ وَلَأُغْوِيَنَّهُمْ أَجْمَعِين  ؛ إِلَّا عِبَادَكَ مِنْهُمُ الْمُخْلَصِينَ – الحجر : 39-40

Iblis berkata: “Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan ma`siat) di muka bumi, dan pasti aku akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis di antara mereka”. ( QS. Al-Hijir : 39-40 )

Kedua, Ketika syetan  terasa sudah mulai membisiki dan menggoda kita, segeralah memohon perlindungan (ber-isti’adzah) kepada Allah agar kita dilindungi dari godaan syetan tersebut. Allah telah memerintahkannya :

وَإِمَّا يَنْزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ  – الاعراف : 200

Dan jika kamu ditimpa sesuatu godaan syaitan, maka berlindunglah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. ( QS. Al-A’raf : 200 )

Ketiga, Jika ternyata kita malah terjebak oleh godaan syetan, kita terlibat dosa, maka segeralah beristighfar, memohon ampunan Allah dan memperbanyak amal kesolehan.

 Rasulullah saw mengingatkan :

ان الشيطان يقول : أهلكتهم بالدنوب فاهلكوني بلاستغفر ,فلما رأيت دلك  اهلكتهم بالاهوى فهم يحسبون انهم مهتدون فلا يستغفرونه  – ر ابن عاصم عن ابي بكرٍ

Sesungguhnya Syetan berkata : Aku celakakan manusia dengan perbuatan dosa, tapi manusia juga bisa mencelakakan aku dengan istighfar. Tatkala aku tahu hal itu, maka aku celakakan manusia dengan perbuatan bid’ah, mereka merasa bahwa apa yang diperbuatnya benar, sehingga mereka tidak akan pernah beristighfar (atas perbuatan dosa bid’ah itu).       ( HR. Ibnu Abi ‘Ashim dari Abu Bakar ra ).

Perbuatan bid’ah adalah jebakan syetan yang sangat berbahaya, karena manusia dibodohi, dikelabui. Orang yang melakukan perbuatan bid’ah biasanya merasa benar, merasa akan mendapat pahala, sehingga mereka tidak akan pernah beristighfar. Orang akan minta ampunan jika merasa bersalah, tapi jika merasa benar, kapan mereka akan minta ampunan? Maka langkah keempat untuk melawan jebakan syetan yang sangat berbahaya ini, tidak ada cara lain kecuali dengan thalabul ilmi, meningkatkan kawantitas dan kwalitas keilmuan agama kita. Sebab hanya dengan ilmu kita bisa membedakan mana ikan belut dan mana ular, mana haq dan mana bathil, mana halal dan mana haram,  mana sunnah dan mana bid’ah.

9 comments on “Strategi Mengalahkan Syetan

  1. piracetam mengatakan:

    Termasuk bisikan syaitan dalam ibadah, adalah berlama-lama di kamar mandi, atau merasa bahwa air kencingnya belum bersih, atau belum keluar semua. Ada juga sebagian orang yang sudah keluar kamar mandi, masuk lagi dan terus begitu berkali-kali. Maka untuk menghilangkan bisikan syetan seperti itu, para ulama menganjurkan untuk membasahi celana kita dengan air, sehingga ketika merasa ada sesuatu yang keluar dari anggota tubuhnya, dan didapatkan celananya basah, akan terbetik bahwa basah tersebut penyebabnya adalah air bersih yang dipercikkan. Dengan demikian hilanglah bisikan syetan tersebut.

  2. silver price mengatakan:

    Jadi bagi siapa saja yang melarang melakukan suatu perbuatan menggunakan perkataan manusia “Lau Kaana Khairan Lasabaquuna ilaihi” maka mereka terjerumus kedalam bid’ah dalam urusan agama (urusan kami) atau bid’ah dholalah karena melarang yang tidak dilarangNya.

  3. carnosine eye drops mengatakan:

    Sehingga sebagian ulama memaknai bahwa bid’ah yang bukan dalam Islam atau bukan urusan keagamaan, yang tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadits, tidak menentang perbuatan-perbuatan Sahabat Nabi, dan tidak menentang Ijma maka dikategorikan bid’ah hasanah.

  4. silver price mengatakan:

    f. Tanda-tandanya : – terjadi pertubahan yang drastic, yang semula mencintai kemudian membenci dan munculnya keraguan diantara keduanya. – Membesarnya sebab-sebab perselisihan meskipun hanya pada hal-hal yang sepele – Berubahnya perangan suami dimata istrinya, dan berubahnya peangan istri dimata suaminya, sehingga seorang suami melihat istrinya dalam rupa yang jelek dan demikian pula sebaliknya. – Orang yang terkena sihir menjadi tidak suka terhadap setiap perbuatan yang dilakukan oleh orang lain, demikin juga tempat dimana dia duduk disitu.

  5. idebenone mengatakan:

    [2] Perbuatan bid’ah di dalam Ad-Dien (Islam) hukumnya haram, karena yang ada dalam dien itu adalah tauqifi (tidak bisa dirubah-rubah) ; Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Artinya : Barangsiapa yang mengadakan hal yang baru (berbuat yang baru) di dalam urusan kami ini yang bukan dari urusan tersebut, maka perbuatannya di tolak (tidak diterima)”. Dan di dalam riwayat lain disebutkan : “Artinya : Barangsiapa yang berbuat suatu amalan yang bukan didasarkan urusan kami, maka perbuatannya di tolak”.

  6. silver price mengatakan:

    Sehingga sebagian ulama memaknai bahwa bid’ah yang bukan dalam Islam atau bukan urusan keagamaan, yang tidak bertentangan dengan Al-Qur’an dan Hadits, tidak menentang perbuatan-perbuatan Sahabat Nabi, dan tidak menentang Ijma maka dikategorikan bid’ah hasanah.

  7. piracetam mengatakan:

    Sesungguhnya pada perbuatan maksiat terdapat celah-celah dan pintu-pintu yang apabila hamba menutupnya dengan kuat dan selalu menjaganya dengan sabar, niscaya syetan tidak mendapatkan jalan untuk menjerumuskannya ke dalam dosa dan maksiat, lalu ia kembali dalam keadaan merugi. Dan sebaliknya, apabila seorang hamba tidak menjaga celah-celah dan pintu-pintu itu, tentu syetan mendapatkan jalan kepadanya. Celah-celah dan pintu-pintu tersebut memudahkannya menyerang hamba tersebut dan menjerumuskannya ke dalam perbuatan maksiat sedikit demi sedikit.

  8. gold price mengatakan:

    Terkadang setan membisikan walinya untuberdo’a dikuburan orang-orang shalihdengan dalih untuk menghormati wali. Sesungguhnya menghormati wali bukanlah dengan berdoa dikuburannya, justru ini adalah perbuatan yang dibenci wali itu sendiri karena telah menyekutukannya dengan Allah. Manakah yang lebih tinggi kehormatan seorang wali di sisi Allah dengan kehormatan seorang Nabi? Jelas Nabi lebih tinggi. Jangankan meminta kepada wali, kepada Nabi sekalipun tidak boleh berdoa. Jangankan saat setelah mati, di waktu hidup saja, Nabi tidak mampu mendatangkan manfaat untuk dirinya sendiri, apalagi untuk orang lain setelah mati! Kalau hal itu benar tentulah para sahabat akan berbondong-bondong kekuburan Nabi shallallahu ‘alaihiwa sallam saat mereka kekeringan atau kelaparan atau saat diserang oleh musuh. Tapi kenyataan justru sebaliknya , saat paceklik terjadidi Madinah , Umar bin Khaththab mengajak kaum muslimin melakukan shalat istikharah kemudian menyuruh Abbas bin Abdul Muthalib berdoa, karena kedekatannya dengan Nabi, bukannya Umar meminta kepada Nabi.

  9. Can-C Eye Drops mengatakan:

    Termasuk bisikan syaitan dalam ibadah, adalah berlama-lama di kamar mandi, atau merasa bahwa air kencingnya belum bersih, atau belum keluar semua. Ada juga sebagian orang yang sudah keluar kamar mandi, masuk lagi dan terus begitu berkali-kali. Maka untuk menghilangkan bisikan syetan seperti itu, para ulama menganjurkan untuk membasahi celana kita dengan air, sehingga ketika merasa ada sesuatu yang keluar dari anggota tubuhnya, dan didapatkan celananya basah, akan terbetik bahwa basah tersebut penyebabnya adalah air bersih yang dipercikkan. Dengan demikian hilanglah bisikan syetan tersebut.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s