Mengharap Surga Mu


Manusia merupakan makhluq yang berakal, ia senantiasa berpetualang mencari jati diri yang hakiki. Tak sedikit dari mereka menjadi pelacur intelektual, menentang Sang Khaliq; tidak patuh akan titah-Nya dan senantiasa mendekati larangan-Nya. Sekularisasi dalam jiwanya senantiasa berpetualang mencari identitas yang hampa. Padahal sejak buaian mereka bersaksi bahwa Allah Swt sebagai Tuhan yang Esa.


Firman Allah Ta’ala :

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِن بَنِي آدَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَى أَنفُسِهِمْ أَلَسْتَ بِرَبِّكُمْ قَالُواْ بَلَى شَهِدْنَا أَن تَقُولُواْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ

Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): “Bukankah Aku ini Tuhanmu?” Mereka menjawab: “Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi.” (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: “Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)”, (QS. Al A’raaf [7] :172)

***

Ya Rabb, Semilir angin menerpa raga yang gundah

Menyambut jiwa yang resah

tanpa hadir-Mu disisi ku.

 

Detak jam menepis lamunan

Lantunan ayat suci menemani kesendirian

Menanti mentari pagi, tuk menemui sekuntum mawar yang mewangi, di Surga-Mu nan abadi.

This entry was posted in Puisi and tagged .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s