Umat Islam Tidak Akan Tersesat Bila Berpegang Kepada al-Quran dan Sunah Nabi


indexKetika Rasulullah SAW belum diutus Allah SWT, manusia senantiasa berada dalam kesesatan[1]. Nabi Muhammad SAW diutus oleh Allah SWT untuk seluruh umat manusia[2], dengan memberikan kabar gembira dan mengajak manusia untuk beriman kepada-Nya dengan izin-Nya. Karena itu, Rasul menjadi rahmat yang memberi petunjuk kepada umat manusia dari alam kesesatan. Dengan datangnya Rasul, manusia akan memperoleh petunjuk yang dapat mengarahkan kebahagiaan hidupnya, baik di dunia maupun di akhirat. Allah SWT menurunkan al-Qur’an dan menjadi mukjizat Nabi Muhammad SAW yang dapat memperkuat kedudukannya sebagai Rasul. Al-Qur’an telah ditetapkan oleh Allah SWT menjadi pedoman hidup bagi hamba-Nya. Maka dari itulah Allah SWT akan memberikan hukuman bagi hamba yang tidak mau mentaati perintah-Nya,

sebagaimana firman Allah SWT dalam surat al-Ma’idah [5]: 15-16 :

Ÿ يَا أَهْلَ الْكِتَابِ قَدْ جَاءكُمْ رَسُولُنَا يُبَيِّنُ لَكُمْ كَثِيرًا مِّمَّا كُنتُمْ تُخْفُونَ مِنَ الْكِتَابِ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ قَدْ جَاءكُم مِّنَ اللّهِ نُورٌ وَكِتَابٌ مُّبِينٌ يَهْدِي بِهِ اللّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوَانَهُ سُبُلَ السَّلاَمِ وَيُخْرِجُهُم مِّنِ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِ وَيَهْدِيهِمْ إِلَى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ

Hai ahli kitab, Sesungguhnya Telah datang kepadamu Rasul kami, menjelaskan kepadamu banyak dari isi Al Kitab yang kamu sembunyi kan, dan banyak (pula yang) dibiarkannya. Sesungguhnya Telah datang kepadamu cahaya dari Allah, dan Kitab yang menerangkan[3]. Dengan Kitab Itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keredhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan Kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.

Di dalam al-Qur’an terdapat kaidah-kaidah yang umum, prinsip-prinsip yang global, ayat-ayat mutasyabihat dan ayat-ayat mukhamat. Allah telah mengutus Nabi Muhammad SAW untuk memberikan dan menyampaikan hal itu kepada umat manusia, sehingga manusia mengetahui isi al-Qur’an mengenai syari’at dan hukum-hukum. Sehubungan dengan hal tersebut Allah SWT berfirman dalm surat an-Nahl [16]: 44 :

بِالْبَيِّنَاتِ وَالزُّبُرِ وَأَنزَلْنَا إِلَيْكَ الذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

Keterangan-keterangan (mukjizat) dan kitab-kitab. dan kami turunkan kepadamu Al Quran, agar kamu menerangkan pada umat manusia apa yang Telah diturunkan kepada mereka[4] dan supaya mereka memikirkan,

Karena itu kedudukan Sunah terhadap al-Qur’an bersifat memperjelas apa yang kurang jelas. Sunah pada hakikatnya adalah wahyu dari Allah SWT yang wajib pula diikuti, sebagaimana firman-Nya dalam surat an-Najm [53]: 3-4 :

وَمَا يَنطِقُ عَنِ الْهَوَى إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْيٌ يُوحَى

Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Quran) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).

Disebutkan dalam surat al-Hasyr [59]: 7:

مَّا أَفَاء اللَّهُ عَلَى رَسُولِهِ مِنْ أَهْلِ الْقُرَى فَلِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِي الْقُرْبَى وَالْيَتَامَى وَالْمَسَاكِينِ وَابْنِ السَّبِيلِ كَيْ لَا يَكُونَ دُولَةً بَيْنَ الْأَغْنِيَاء مِنكُمْ وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ

Apa saja harta rampasan (fai-i) yang diberikan Allah kepada RasulNya (dari harta benda) yang berasal dari penduduk kota-kota Maka adalah untuk Allah, untuk rasul, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan, supaya harta itu jangan beredar di antara orang-orang Kaya saja di antara kamu. apa yang diberikan Rasul kepadamu, Maka terimalah. dan apa yang dilarangnya bagimu, Maka tinggalkanlah. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.

Juga firman Allah SWT dalam surat an-Nur [24]: 63:

لَا تَجْعَلُوا دُعَاء الرَّسُولِ بَيْنَكُمْ كَدُعَاء بَعْضِكُم بَعْضًا قَدْ يَعْلَمُ اللَّهُ الَّذِينَ يَتَسَلَّلُونَ مِنكُمْ لِوَاذًا فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

Janganlah kamu jadikan panggilan Rasul diantara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain). Sesungguhnya Allah Telah mengetahui orang-orang yang berangsur- angsur pergi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih.

Berdasarkan keterangan itu semua al-Qur’an dan Sunah merupakan asas dan landasan agama, dan dari keduanya ditegakkan dakwah Islamiah. Dan dari keduanya juga memancar taufik dan hidayah yang mengarahkan manusia menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

Kaum muslimin telah menyadari bahwa tiada kemuliaan bagi mereka kecuali berpegang pada al-Qur’an dan Sunah. Mereka yakin akan kebenaran hadis Rasul yang berbunyi :

اَنَّ رَسُوْلَ اللهِ ص قَالَ: تَرَكْتُ فِيْكُمْ اَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوْا مَا مَسَكْتُمْ بِهِمَا: كِتَابَ اللهِ وَ سُنَّةَ نَبِيّهِ

Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah bersabda, “Aku telah meninggalkan pada kamu sekalian dua perkara yang kamu tidak akan sesat selama kamu berpegang teguh kepada keduaya, yaitu : Kitab Allah dan sunnah Nabi-Nya“. [HR. Malik]

[1] Pada waktu itu disebut Zaman Jahiliyah atau zaman kebodohan, dimana bangsa Arab waktu itu penuh dengan kemusyrikan, kekerasan, maksiat dan kedzaliman, seperti: menyembah berhala, membunuh anak perempuan, mabuk, zina dan melakukan perbudakan.

[2] Berbeda dengan para Nabi yang lain yang hanya diutus untuk kaumnya sendiri, seperti : nabi Nuh As, nabi Musa AS, Nabi Isa As dan lain-lain. Nabi Muhammad diutus untuk seluruh manusia, firman Allah SWT : Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam. {Al Anbiyaa’ [21]: 107}; Dan Kami tidak mengutus kamu, melainkan kepada umat manusia seluruhnya sebagai pembawa berita gembira dan sebagai pemberi peringatan, tetapi kebanyakan manusia tiada mengetahui. QS. Saba’ [34] : 28.

[3] cahaya Maksudnya: nabi Muhammad SAW dan Kitab Maksudnya: Al Quran. { قد جاءكم من الله نورٌ } هو النبي صلى الله عليه وسلم { وكتابٌ } قرآن (Tafsir al-Jalalayn)

[4] Yakni: perintah-perintah, larangan-larangan, aturan dan lain-lain yang terdapat dalam Al Quran, seperti: halal dan haram فيه من الحلال والحرام

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s