Fiqih Dakwah (2)


Amar Ma’ruf dan Nahyi Munkar

Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. (QS. Ali ‘Imran [3] : 104)

Allah Swt berfirman bahwasanya hendaklah ada dari kalian sejumlah orang yang bertugas untuk menegakkan perintah Allah, yaitu dengan menyeru orang-orang untuk berbuat kebajikan dan melarang perbuatan yang mungkar, mereka adalah golongan orang-orang yang beruntung.

Abu Ja’far Al-Baqir meriwayatkan bahwa Rasulullah Saw membacakan firman-Nya : Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan (QS. Ali ‘Imran [3]: 104) kemudian beliau bersabda: yang dimaksud dengan kebajian ini ialah mengikuti Al-Qur’an dan Sunnahku (H.R. Ibnu Murdawaih).[1]

Makna yang dimaksud dari ayat ini ialah hendaklah ada segolongan orang dari kalangan umat ini yang bertugas untuk mengemban urusan tersebut, sekalipun urusan tersebut memang diwajibkan pula atas setiap individu dari umat ini. Sebagaimana yang disebutkan di dalam kitab Shahih Muslim dalam sebuah hadis dari Abu Hurairah. Disebutkan bahwa Rasulullah Saw. pernah bersabda:

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ

Barangsiapa diantara kalian melihat kemungkaran maka hendaklah ia mencegahnya dengan tangannya, kalau ia tidak mampu maka dengan lisannya, dan kalau ia tidak mampu maka dengan hatinya, mengingkari (dengan hati) itu adalah iman yang paling lemah. “ (H.R. Muslim)

Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. sekiranya ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. (QS. Ali ‘Imran [3]: 110)

Allah memberitahukan kepada umat Nabi Muhammad Saw bahwa mereka adalah sebaik-baik umat. Untuk itu Allah Swt berfirman: Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia.[2]Berikut beberapa hadis yang menerangkan tentang ayat ini:

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ يُوسُفَ عَنْ سُفْيَانَ عَنْ مَيْسَرَةَ عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ{ كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ }قَالَ خَيْرَ النَّاسِ لِلنَّاسِ تَأْتُونَ بِهِمْ فِي السَّلَاسِلِ فِي أَعْنَاقِهِمْ حَتَّى يَدْخُلُوا فِي الْإِسْلَامِ

Telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Yusuf dari Sufyan dari Maisarah dari Abu Hazim dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu mengomentari ayat “Kalian adalah sebaik-baik umat yang diutus kepada seluruh manusia.” (QS.Ali Imran 110), kata Abu Hurairah; ‘Sebaik-baik manusia untuk manusia, adalah kalian membawa mereka dengan dirantai, hingga mereka masuk Islam.’ (HR. Bukhari)

Menurut Ibnu Abbas mereka adalah sebaik-baik umat dan manusia yang paling bermanfa’at buat umat manusia. Karena itu, dalam firman selanjutnya disebutkan : “menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.”

Banyak hadis yang menginformasikan bahwa umat Nabi Muhammad adalah umat yang terbaik, baik di dunia maupun di akhirat, seperti Imam Muslim meriwayatkannya melalui jalur Al-A’masy, dari Abu Saleh, dari Abu Hurairah yang mengatakan bahwa Rasulullah Saw pernah bersabda: “Kita adalah orang-orang yang terakhir, tetapi orang-orang yang pertama di hari kiamat, dan kita adalah orang yang mula-mula masuk surga. (H.R. Muslim)

Barangsiapa yang ingin dirinya termasuk golongan umat ini, hendaklah ia menunaikan syarat yang ditetapkan Allah didalamnya. Barangsiapa yang tidak memiliki sifat ini, maka ia lebih mirip dengan orang Ahli Kitab yang di cela oleh Allah Swt melalui firman-Nya :

“Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.” (QS. AL-Maidah [5]: 79)

Karena itu, setelah Allah memuji umat ini karena memiliki sifat-sifat tersebut, lalu dalam ayat selanjutnya Allah mencela Ahli Kitab dan menyesalkan perbuatan mereka. Untuk itu Allah Swt berfirman : “sekiranya ahli Kitab beriman” yakni beriman kepada apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad, yaitu Al-Qur’an. tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik. Maksudnya, sedikit sekali dari mereka yang beriman kepada Allah dan Kitab yang diturunkan kepada kalian, juga kepada apa yang diturunkan kepada mereka sendiri, kebanyakan mereka bergelimang didalam kesesatan, kekufuran, kefasikan, dan kedurhakaan.

[1] Tafsir Ibnu Katsir, Juz I, hlm. 353-354

[2] Tafsir ibnu Katsir, Juz I, hlm. 354

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s